Sunday, June 30, 2013
Friday, June 28, 2013
Thursday, June 27, 2013
"yang penting niat"
عن أميرالمؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرىء ما نوى، فمن كانت هجرته إلىالله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله. ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها، أو امرأة ينكحها، فهجرته إلى ما هاجر إليه”.(رواه البخاري و مسلم)
(Dari Amirul’Mu’minin Abi Hafsh Umar ibn Al Khaththaab -radhiallahu anhu- , berkata: Aku telah mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-bersabda,
“Sesungguhnya amal-amal itu bergantung kepada niatnya. Dan setiap orang memperoleh sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada ALLAH dan Rasul-NYA, maka hijrahnya kepada ALLAH dan Rasul-NYA. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang dikejarnya atau wanita yang hendak ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia (niatkan) hijrah kepadanya.”)
(HR: Bukhari-Muslim)
Di antara faedah, fiqh, atau hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini -sebagaimana kita dapati dari keterangan para ulama- adalah:
1. Niat merupakan bagian dari Iman.
Niat merupakan amalan hati. Sedangkan ta’rif (difinisi) Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ahadalah : Diyakini di dalam hati, diucapkan melalui lisan, dan dibuktikan dengan anggota badan dan perbuatan….Oleh karenanya pula Imam Bukhari meletakkan hadits ini di dalam Kitab Al Iman. Bukankah ALLAH -Subhaanahu wa ta’alaa- mencatat niat-niat baik kita dengan pahala yang sempurna meskipun amalan tersebut belum kita wujudkan, sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- sebagai berikut:
فمن همَّ بحسنة فلم يعملها كتبها الله له عنده حسنة كاملة) متفق عليه)
(Maka barangsiapa yang bercita-cita hendak mengerjakan kebaikan tetapi belum mengamalkannya, ALLAH mencatat -bagi orang tersebut- di sisi-NYA dengan kebaikan yang sempurna) (Muttafqun alaih)
2. Wajib mengetahui hukum dari sebuah amalan sebelum mengerjakannya.
Setiap muslim wajib mengilmui sesuatu sebelum mengamalkannya. Dia harus mengetahui: apakah amalan tersebut disyari’atkan atau tidak, apakah itu wajib atau semata mustahab (disukai)? Dan telah masyhur bagi kita (kaum muslimin) sebuah kaedah yang berbunyi :العلم قبل القول و العمل (Ilmu sebelum berkata dan bertindak). Bahkan Imam Bukhari menulis demikian pada salah satu judul babnya. Dalilnya diambil dari Firman-ALLAH :
فأعلم أنه لاإله الا الله واستغفرلذنبك (سورة محمد: 19)
(Maka ilmuilah bahwasanya tak ada yang berhak diibadahi kecuali ALLAH dan istighfarlah atas dosamu) (Muhammad:19)
Maka tidak layak bagi kita berkata, “Oh…jadi perbuatan saya itu salah, ya. Saya khan belum tahu hukumnya.” Terlebih lagi kalau itu perkara agama atau ibadah.
3. Disyaratkannya niat pada amalan-amalan keta’atan.
Amalan ta’at yang tidak disertai dengan niat tidaklah dikatakan keta’atan. Begitu pula kebaikan-kebaikan tidaklah menjadi ibadah jika tidak disertai niat untuk beribadah. Karenanya pertama-tama kita perlu mengetahui apa fungsi niat bagi amal. Sesungguhnya niatlah yang membedakan sebuah amalan.
Pertama; dibedakannya amalan ibadah dengan kebiasaan atau yang bukan bersifat ibadah. Seseorang yang mandi keramas untuk kebersihan tak perlu berniat sebagaimana orang yang mandi keramas karena junub.
Kedua; dibedakannya antara ibadah yang sama satu sama lain. Jika kita dapati seseorang berpuasa di bulan Syawal, misalnya. Maka boleh jadi orang tersebut sedang membayar hutang puasanya, boleh jadi ia sedang puasa Syawal, atau boleh jadi ia sedang puasa sunnat lainnya. Yang membedakan dan menentukan untuk apa amalan tersebut adalah niatnya.
Ketiga; dibedakannya maksud dan tujuan sebuah amalan. Seseorang mengerjakan keta’atan bahkan perbuatan yang bersifat ibadah. Maka apakah perbuatan tersebut diniatkan untuk mendapatkan keridloan ALLAH -Subhaanahu wa ta’alaa- atau mengharapkan selain dari itu, ditentukan oleh niatnya.
4. Pentingnya ikhlas di dalam beramal.
Ada sebagian ulama yang menafsirkan ma’na Niat ini dengan Ikhlas. Yang demikian juga benar, karena artinya: Sesungguhnya amalan-amalan itu bergantung kepada keikhlasan pelakunya. Sebuah amal -betapapun baik atau bermanfa’atnya itu- jika tidak dilandasi keikhlasan tidak akan diterima oleh ALLAH -Subhaanahu wa ta’alaa- .
وما أمروا إلا ليعبدوالله مخلصين له الدين…(البينة: 5)
(Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali agar beribadah kepada ALLAH dengan mengikhlaskan agama ini semata-mata bagi NYA…) (Al Bayyinah: 5)
Sungguh ALLAH -Subhaanahu wa ta’alaa- tidak membutuhkan keringat atau harta kita. Dan mengikhlaskan amalan semata-mata karena ALLAH merupakan wujud mentauhidkan ALLAH. Artinya, ikhlas juga merupakan sebuah tuntutan dan konsekuensi dari diciptakannya kita oleh ALLAH -Subhaanahu wa ta’alaa-.
Pertama; sebelum beramal, yakni berupa niat. Kepada siapa dan karena apa kita niatkan amalan kita ?
Kedua; ketika tengah beramal. Boleh jadi amalan yang semula lhklas terganggu disebabkan ada kejadian-kejadian khusus dan tak terduga. Sebagai contoh, kita marah ketika ucapan salam kita tidak dijawab, atau sedekah kita ditolak mentah-mentah, atau kita tambah bersemangat ketika tahu amalan kita ada yang memperhatikan.
Ketiga; ketika amal telah berlalu. Tanpa sadar setelah mungkin bertahun-tahun kita sembunyikan, tiba-tiba dalam sebuah obrolan kita bangkit-bangkitkan jasa kita dahulu.
5. Baik buruknya amal bergantung kepada niat pelakunya.
Sebuah amal kebaikan akan menjadi ibadah yang diterima manakala diniatkan dengan niat yang baik, berupa keikhlasan, Dan akan menjadi buruk manakala diniatkan dengan niat buruk, berupa ksyirikan -baik kecil apalagi besar-. Akan tetapi seseorang tidak boleh menghalalkan yang haram semata-mata dengan alasan baiknya niat. Dan berangkat dari perkara inilah sesungguhnya judul tulisan di atas dibuat.
Di dalam hadits ini Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- telah memberikan pembatasan pada kata Amal, di mana yang dimaksudkan adalah amalan-amalan keta’atan. Apalagi kemudian beliau tegaskan dengan contoh Hijrah. Maka tidak boleh kita meng-qiyas-kan amalan yang baik ini dengan amalan yang buruk.
Penulis: Al Ustadz Abu Khaulah Zainal Abidin
Wednesday, June 26, 2013
dari dulu :*
yang buat aku kuat ngejalanin hubungan sama kamu -> sabar, setia, percaya :D udah itu aja
Tuesday, June 25, 2013
Monday, June 24, 2013
Sunday, June 23, 2013
Sunday, June 16, 2013
Tuesday, June 11, 2013
Monday, June 10, 2013
Thursday, June 6, 2013
#quote
"if I could tell you two things, it would be that I love hearing your voice and that your smile just happens to brighten my entire day.. :) -Laurensia "
Wednesday, June 5, 2013
Tuesday, June 4, 2013
Saturday, June 1, 2013
Matre
Dari judul aja udah keliatan gw mau ngomong apa yaa.. disini gw ga ngmongin siapapun termasuk yang lagi baca blog gw ini. Hanya sekedar pandangan gw aja sih mengenai kata “matre” itu sendiri. Kalo gw liat beberapa orang sih, hal ini udah di anggep realistis. Udah jadi suatu hal yang lumrah gt. Dimanapun siapapun pasti butuh uang. Namanya juga untuk ngebiayain hidup yaa. Gimanapun caranya selama itu halal yaa dikerjain. Tapi yang mau gw bahas disini bukan segi matre itu sendiri, lebih kepada orang-orang yang suka mengukur segala sesuatu dengan uang.
Contohnya yaa lagi-lagi cewe. yang kadang dianggep makhluk paling deket dengan kata “matre”. Rada aneh juga sih, gw ngomongin ini. Gw kan juga cewe yaa (cewe yang aga laki lebih tepatnya) Hehe :p. Gw geregetan aja kalo nemu orang macem gini. Kenapa mesti uang gitu yang jadi patokan. Walaupun bukan cuma uang juga yang bisa disinggungin sama matre. Dari segi pekerjaan seseorang, rumah bagus, bermobil, bermotor, itupun bisa jadi patokan bagi orang-orang “matre” ini. Malahan kepribadian seseorang dan kebaikannya cuma jadi nilai plus aja *aga miris -.-‘
Emang si ga semua orang begini, tapi lagi-lagi ini cuma pendapat gw yang udah pernah liat orang kaya gini. Selagi dia berduit, punya ini itu pasti dihormatin. Tapi kalo lagi ga punya apa-apa yaa ga dianggep sama sekali. Apa iyaa bertemen atau bersosialisasi harus dengan orang yang berduit? Apa iyaa nyari pacar yang mau dijadiin pasangan seumur hidup juga mesti yang berduit? Gw yakin yang baca blog gw ini ngejawabnya ga. Gw pun juga gitu. Ga selamanya yang berduit itu bakalan punya duit dan ga selamanya juga yang ga punya duit itu ga punya duit mulu.
Rezeki udah allah yang ngatur ko :). Selagi kita mau berusaha dan berdoa pasti bakalan dapet apa yang kita mau. Ga perlu lah liat orang dari segi financialnya aja, tapi liat dari hati seseorang yang selalu baik tanpa pamrih, mungkin setia bagi orang yang udah punya pasangan, dan mau ngelakuin apapun dengan apa adanya dirinya. Jadi dari situ kita tau, siapa orang yang bener-bener ngelakuin sesuatu pake hati yang ga cuma liat dari sisi latar belakang kita begitu aja. Cakep *sotoy ga sih omongan gw? Hehe :p
Contohnya yaa lagi-lagi cewe. yang kadang dianggep makhluk paling deket dengan kata “matre”. Rada aneh juga sih, gw ngomongin ini. Gw kan juga cewe yaa (cewe yang aga laki lebih tepatnya) Hehe :p. Gw geregetan aja kalo nemu orang macem gini. Kenapa mesti uang gitu yang jadi patokan. Walaupun bukan cuma uang juga yang bisa disinggungin sama matre. Dari segi pekerjaan seseorang, rumah bagus, bermobil, bermotor, itupun bisa jadi patokan bagi orang-orang “matre” ini. Malahan kepribadian seseorang dan kebaikannya cuma jadi nilai plus aja *aga miris -.-‘
Emang si ga semua orang begini, tapi lagi-lagi ini cuma pendapat gw yang udah pernah liat orang kaya gini. Selagi dia berduit, punya ini itu pasti dihormatin. Tapi kalo lagi ga punya apa-apa yaa ga dianggep sama sekali. Apa iyaa bertemen atau bersosialisasi harus dengan orang yang berduit? Apa iyaa nyari pacar yang mau dijadiin pasangan seumur hidup juga mesti yang berduit? Gw yakin yang baca blog gw ini ngejawabnya ga. Gw pun juga gitu. Ga selamanya yang berduit itu bakalan punya duit dan ga selamanya juga yang ga punya duit itu ga punya duit mulu.
Rezeki udah allah yang ngatur ko :). Selagi kita mau berusaha dan berdoa pasti bakalan dapet apa yang kita mau. Ga perlu lah liat orang dari segi financialnya aja, tapi liat dari hati seseorang yang selalu baik tanpa pamrih, mungkin setia bagi orang yang udah punya pasangan, dan mau ngelakuin apapun dengan apa adanya dirinya. Jadi dari situ kita tau, siapa orang yang bener-bener ngelakuin sesuatu pake hati yang ga cuma liat dari sisi latar belakang kita begitu aja. Cakep *sotoy ga sih omongan gw? Hehe :p
Ngomong-ngomong
ngomong-ngomong ni, kalo ngepost diblog jam tanggalnya ko bisa beda yaa. apa settingannya kali yaa? hehe *maklum ndeso. btw, I wanna say thanks for you yeah :* congratulation udah dapet ticketnya :) <3 #ynwa #ggmu tetep :p
Tips Menghemat Uang
hari ini gw mau cerita mengenai hemat menghemat uang. dapet
pembelajaran juga sih dari pengalaman malem minggu yang seharian tadi
ngebolang sana sini bareng my weezerian alias suarez yang timnya ga bgd
itu :p (*piss yaa piss, jus puding ni hehe) kalo uang cash di dompet itu
sama aja memberi peluang lo buat belanja. yaa maklumin yaa perempuan.
gw ngerasa bgd kalo uang gw tuh slepet bais alias cepet abiss. padahal
gw udah ngelist bgd cuma mau beli ini, buat beli itu, trus sisanya buat
ongkos kerja sebulan, tapi know know (tautau) abyis gtu aja ga ada sisa
-.-' weleeeee *tampang melas *melas bgd. bukan masalah si sebenernya,
ini cuma karena gw beli parfume yang actually ga ada di list gw. tp
secara diskon dan keawetan, ini bisa jadi hemat untuk 3 bulan ke depan.
masih hemat yaa masih hemat :D *nyenengin diri. jadi saran gw buat lo
yang slalu ke abisan uang di dompet, yaa dont (jangan) pernah taro uang
cash berlebihan di dompet. ga ada tu alesan buat jaga-jaga atau buat
beli sesuatu yang mungkin ntar nemu dijalan. semua harus di list. boleh
boleh aja, kalo emang uang buat jaga-jaga, tapi jangan berlebihan.
intinya yaa secukupnya aja lah kalo taro uang di dompet. insya allah
kalo udah di list dengan plan yang bener uang kita masih ada. intinya
list yang tadi harus bener-bener direncanain biar kita bisa nabung ,
hehe :) keep hemat!
Subscribe to:
Posts (Atom)







.jpg)








