Allah Maha Mengetahui
Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha..
Allah SWT sudah menghitung air matamu..
Allah SWT sudah punya jawabannya..
Allah SWT dapat menenangkanmu..
[Al Hadiid:3]
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
[Al Baqarah:29]
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
[Al Ahzab:54]
Jika kamu melahirkan sesuatu atau menyembunyikannya, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu.
[Al Mujaadilah:7]
Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia-lah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
[Saba':47]
Katakanlah: "Upah apapun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Upahku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
article from : http://media-islam.or.id/2010/05/04/allah-maha-melihat-bashor/
Sunday, July 14, 2013
Monday, July 8, 2013
Sunday, July 7, 2013
Saturday, July 6, 2013
Keberuntungan
assalamualaikum everybody :) udah lama yaa gw ga ngepost tulisan gw. yang ada cuma foto, quote, video, foto lagi, quote lg, video lg. hehe. tapi begitulah yang gw rasain. galau kalo kata anak jaman sekarang mah. hhaha. skip dulu lah yaa galau menggalaunya. gw mau cerita-cerita aja biar ga bosyen :p ngomong-ngomong soal cerita, kemaren gw baru aja ke acara anak gaul sekitaran jakarta. jakarta clothing lebih tepatnya. disini lo bisa nemuin berbagai clothing made in indonesia yang ga kalah keren dibandingin sama brand luar . mulai dari tas, sepatu, t-shirt, topi, jaket macem-macem deh. untuk yang cuma sekedar hangout trus ngumpul sama temen-temen juga bisa. soalnya, acara ini juga ngehadirin band-band ternama dari lokal ataupun luar negeri. lo bisa nikmatin musik dari berbagai panggung yang ada plus liat-liat clothingan di booth booth sekelilingnya. mantepkan? dijamin seru pokoknya :D hihi. Trus fan? apa hubungannya sama keberuntungan fan? Wehei, santai. Sini aku ceritain.
dulu tu aku pernah punya temen, sahabat, atau apalah sebutannya yang dulu pun juga bingung mau nyebut apa. yang jelas, dia sekarang udah jadi my weezerian aku ehe :p *cihuy :D ga tau kenapa tiap kita jalan atau ke tempat acara apapun pasti ada aja surprise tersendiri. kaya ke acara jakcloth kemarin, aku dapet cd dari band yang disukain my weezerian ku. Padahal, aku cuma iseng-iseng lho mintanya :p. Lain halnya pas kita ke jakcloth pertama kalinya waktu itu. lagi asik-asiknya nonton band dangerranger, ternyata mereka hadirin guest star yang bikin my weezerian sumringah saking senengnya. UCAY VOCALIS ROCKET ROCKERS! WOHOO. amaze bgd ngeliatnya. ajaibnya lagi, kita juga bisa foto bareng sama ucay plus personil dangerranger. Beruntung banget kan kita, alhamdulillah hehe ;D
mungkin keliatan biasa yaa cerita tadi. tapi menurut gw, itu udah jadi hal keberuntungan kita berdua. entah gw yang membawa keberuntungan atau my weezerian yang membawa keberuntungan, pastinya kita saling membawa keberuntungan :) mudah-mudahan aja kita dapet keberuntungan-keberuntungan lainnya yaa, amin ya allah. Keep berusaha !
dulu tu aku pernah punya temen, sahabat, atau apalah sebutannya yang dulu pun juga bingung mau nyebut apa. yang jelas, dia sekarang udah jadi my weezerian aku ehe :p *cihuy :D ga tau kenapa tiap kita jalan atau ke tempat acara apapun pasti ada aja surprise tersendiri. kaya ke acara jakcloth kemarin, aku dapet cd dari band yang disukain my weezerian ku. Padahal, aku cuma iseng-iseng lho mintanya :p. Lain halnya pas kita ke jakcloth pertama kalinya waktu itu. lagi asik-asiknya nonton band dangerranger, ternyata mereka hadirin guest star yang bikin my weezerian sumringah saking senengnya. UCAY VOCALIS ROCKET ROCKERS! WOHOO. amaze bgd ngeliatnya. ajaibnya lagi, kita juga bisa foto bareng sama ucay plus personil dangerranger. Beruntung banget kan kita, alhamdulillah hehe ;D
mungkin keliatan biasa yaa cerita tadi. tapi menurut gw, itu udah jadi hal keberuntungan kita berdua. entah gw yang membawa keberuntungan atau my weezerian yang membawa keberuntungan, pastinya kita saling membawa keberuntungan :) mudah-mudahan aja kita dapet keberuntungan-keberuntungan lainnya yaa, amin ya allah. Keep berusaha !
Sunday, June 30, 2013
Friday, June 28, 2013
Thursday, June 27, 2013
"yang penting niat"
عن أميرالمؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرىء ما نوى، فمن كانت هجرته إلىالله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله. ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها، أو امرأة ينكحها، فهجرته إلى ما هاجر إليه”.(رواه البخاري و مسلم)
(Dari Amirul’Mu’minin Abi Hafsh Umar ibn Al Khaththaab -radhiallahu anhu- , berkata: Aku telah mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-bersabda,
“Sesungguhnya amal-amal itu bergantung kepada niatnya. Dan setiap orang memperoleh sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada ALLAH dan Rasul-NYA, maka hijrahnya kepada ALLAH dan Rasul-NYA. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang dikejarnya atau wanita yang hendak ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia (niatkan) hijrah kepadanya.”)
(HR: Bukhari-Muslim)
Di antara faedah, fiqh, atau hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini -sebagaimana kita dapati dari keterangan para ulama- adalah:
1. Niat merupakan bagian dari Iman.
Niat merupakan amalan hati. Sedangkan ta’rif (difinisi) Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ahadalah : Diyakini di dalam hati, diucapkan melalui lisan, dan dibuktikan dengan anggota badan dan perbuatan….Oleh karenanya pula Imam Bukhari meletakkan hadits ini di dalam Kitab Al Iman. Bukankah ALLAH -Subhaanahu wa ta’alaa- mencatat niat-niat baik kita dengan pahala yang sempurna meskipun amalan tersebut belum kita wujudkan, sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- sebagai berikut:
فمن همَّ بحسنة فلم يعملها كتبها الله له عنده حسنة كاملة) متفق عليه)
(Maka barangsiapa yang bercita-cita hendak mengerjakan kebaikan tetapi belum mengamalkannya, ALLAH mencatat -bagi orang tersebut- di sisi-NYA dengan kebaikan yang sempurna) (Muttafqun alaih)
2. Wajib mengetahui hukum dari sebuah amalan sebelum mengerjakannya.
Setiap muslim wajib mengilmui sesuatu sebelum mengamalkannya. Dia harus mengetahui: apakah amalan tersebut disyari’atkan atau tidak, apakah itu wajib atau semata mustahab (disukai)? Dan telah masyhur bagi kita (kaum muslimin) sebuah kaedah yang berbunyi :العلم قبل القول و العمل (Ilmu sebelum berkata dan bertindak). Bahkan Imam Bukhari menulis demikian pada salah satu judul babnya. Dalilnya diambil dari Firman-ALLAH :
فأعلم أنه لاإله الا الله واستغفرلذنبك (سورة محمد: 19)
(Maka ilmuilah bahwasanya tak ada yang berhak diibadahi kecuali ALLAH dan istighfarlah atas dosamu) (Muhammad:19)
Maka tidak layak bagi kita berkata, “Oh…jadi perbuatan saya itu salah, ya. Saya khan belum tahu hukumnya.” Terlebih lagi kalau itu perkara agama atau ibadah.
3. Disyaratkannya niat pada amalan-amalan keta’atan.
Amalan ta’at yang tidak disertai dengan niat tidaklah dikatakan keta’atan. Begitu pula kebaikan-kebaikan tidaklah menjadi ibadah jika tidak disertai niat untuk beribadah. Karenanya pertama-tama kita perlu mengetahui apa fungsi niat bagi amal. Sesungguhnya niatlah yang membedakan sebuah amalan.
Pertama; dibedakannya amalan ibadah dengan kebiasaan atau yang bukan bersifat ibadah. Seseorang yang mandi keramas untuk kebersihan tak perlu berniat sebagaimana orang yang mandi keramas karena junub.
Kedua; dibedakannya antara ibadah yang sama satu sama lain. Jika kita dapati seseorang berpuasa di bulan Syawal, misalnya. Maka boleh jadi orang tersebut sedang membayar hutang puasanya, boleh jadi ia sedang puasa Syawal, atau boleh jadi ia sedang puasa sunnat lainnya. Yang membedakan dan menentukan untuk apa amalan tersebut adalah niatnya.
Ketiga; dibedakannya maksud dan tujuan sebuah amalan. Seseorang mengerjakan keta’atan bahkan perbuatan yang bersifat ibadah. Maka apakah perbuatan tersebut diniatkan untuk mendapatkan keridloan ALLAH -Subhaanahu wa ta’alaa- atau mengharapkan selain dari itu, ditentukan oleh niatnya.
4. Pentingnya ikhlas di dalam beramal.
Ada sebagian ulama yang menafsirkan ma’na Niat ini dengan Ikhlas. Yang demikian juga benar, karena artinya: Sesungguhnya amalan-amalan itu bergantung kepada keikhlasan pelakunya. Sebuah amal -betapapun baik atau bermanfa’atnya itu- jika tidak dilandasi keikhlasan tidak akan diterima oleh ALLAH -Subhaanahu wa ta’alaa- .
وما أمروا إلا ليعبدوالله مخلصين له الدين…(البينة: 5)
(Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali agar beribadah kepada ALLAH dengan mengikhlaskan agama ini semata-mata bagi NYA…) (Al Bayyinah: 5)
Sungguh ALLAH -Subhaanahu wa ta’alaa- tidak membutuhkan keringat atau harta kita. Dan mengikhlaskan amalan semata-mata karena ALLAH merupakan wujud mentauhidkan ALLAH. Artinya, ikhlas juga merupakan sebuah tuntutan dan konsekuensi dari diciptakannya kita oleh ALLAH -Subhaanahu wa ta’alaa-.
Pertama; sebelum beramal, yakni berupa niat. Kepada siapa dan karena apa kita niatkan amalan kita ?
Kedua; ketika tengah beramal. Boleh jadi amalan yang semula lhklas terganggu disebabkan ada kejadian-kejadian khusus dan tak terduga. Sebagai contoh, kita marah ketika ucapan salam kita tidak dijawab, atau sedekah kita ditolak mentah-mentah, atau kita tambah bersemangat ketika tahu amalan kita ada yang memperhatikan.
Ketiga; ketika amal telah berlalu. Tanpa sadar setelah mungkin bertahun-tahun kita sembunyikan, tiba-tiba dalam sebuah obrolan kita bangkit-bangkitkan jasa kita dahulu.
5. Baik buruknya amal bergantung kepada niat pelakunya.
Sebuah amal kebaikan akan menjadi ibadah yang diterima manakala diniatkan dengan niat yang baik, berupa keikhlasan, Dan akan menjadi buruk manakala diniatkan dengan niat buruk, berupa ksyirikan -baik kecil apalagi besar-. Akan tetapi seseorang tidak boleh menghalalkan yang haram semata-mata dengan alasan baiknya niat. Dan berangkat dari perkara inilah sesungguhnya judul tulisan di atas dibuat.
Di dalam hadits ini Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- telah memberikan pembatasan pada kata Amal, di mana yang dimaksudkan adalah amalan-amalan keta’atan. Apalagi kemudian beliau tegaskan dengan contoh Hijrah. Maka tidak boleh kita meng-qiyas-kan amalan yang baik ini dengan amalan yang buruk.
Penulis: Al Ustadz Abu Khaulah Zainal Abidin
Wednesday, June 26, 2013
dari dulu :*
yang buat aku kuat ngejalanin hubungan sama kamu -> sabar, setia, percaya :D udah itu aja
Tuesday, June 25, 2013
Monday, June 24, 2013
Sunday, June 23, 2013
Sunday, June 16, 2013
Tuesday, June 11, 2013
Monday, June 10, 2013
Thursday, June 6, 2013
#quote
"if I could tell you two things, it would be that I love hearing your voice and that your smile just happens to brighten my entire day.. :) -Laurensia "
Wednesday, June 5, 2013
Tuesday, June 4, 2013
Saturday, June 1, 2013
Matre
Dari judul aja udah keliatan gw mau ngomong apa yaa.. disini gw ga ngmongin siapapun termasuk yang lagi baca blog gw ini. Hanya sekedar pandangan gw aja sih mengenai kata “matre” itu sendiri. Kalo gw liat beberapa orang sih, hal ini udah di anggep realistis. Udah jadi suatu hal yang lumrah gt. Dimanapun siapapun pasti butuh uang. Namanya juga untuk ngebiayain hidup yaa. Gimanapun caranya selama itu halal yaa dikerjain. Tapi yang mau gw bahas disini bukan segi matre itu sendiri, lebih kepada orang-orang yang suka mengukur segala sesuatu dengan uang.
Contohnya yaa lagi-lagi cewe. yang kadang dianggep makhluk paling deket dengan kata “matre”. Rada aneh juga sih, gw ngomongin ini. Gw kan juga cewe yaa (cewe yang aga laki lebih tepatnya) Hehe :p. Gw geregetan aja kalo nemu orang macem gini. Kenapa mesti uang gitu yang jadi patokan. Walaupun bukan cuma uang juga yang bisa disinggungin sama matre. Dari segi pekerjaan seseorang, rumah bagus, bermobil, bermotor, itupun bisa jadi patokan bagi orang-orang “matre” ini. Malahan kepribadian seseorang dan kebaikannya cuma jadi nilai plus aja *aga miris -.-‘
Emang si ga semua orang begini, tapi lagi-lagi ini cuma pendapat gw yang udah pernah liat orang kaya gini. Selagi dia berduit, punya ini itu pasti dihormatin. Tapi kalo lagi ga punya apa-apa yaa ga dianggep sama sekali. Apa iyaa bertemen atau bersosialisasi harus dengan orang yang berduit? Apa iyaa nyari pacar yang mau dijadiin pasangan seumur hidup juga mesti yang berduit? Gw yakin yang baca blog gw ini ngejawabnya ga. Gw pun juga gitu. Ga selamanya yang berduit itu bakalan punya duit dan ga selamanya juga yang ga punya duit itu ga punya duit mulu.
Rezeki udah allah yang ngatur ko :). Selagi kita mau berusaha dan berdoa pasti bakalan dapet apa yang kita mau. Ga perlu lah liat orang dari segi financialnya aja, tapi liat dari hati seseorang yang selalu baik tanpa pamrih, mungkin setia bagi orang yang udah punya pasangan, dan mau ngelakuin apapun dengan apa adanya dirinya. Jadi dari situ kita tau, siapa orang yang bener-bener ngelakuin sesuatu pake hati yang ga cuma liat dari sisi latar belakang kita begitu aja. Cakep *sotoy ga sih omongan gw? Hehe :p
Contohnya yaa lagi-lagi cewe. yang kadang dianggep makhluk paling deket dengan kata “matre”. Rada aneh juga sih, gw ngomongin ini. Gw kan juga cewe yaa (cewe yang aga laki lebih tepatnya) Hehe :p. Gw geregetan aja kalo nemu orang macem gini. Kenapa mesti uang gitu yang jadi patokan. Walaupun bukan cuma uang juga yang bisa disinggungin sama matre. Dari segi pekerjaan seseorang, rumah bagus, bermobil, bermotor, itupun bisa jadi patokan bagi orang-orang “matre” ini. Malahan kepribadian seseorang dan kebaikannya cuma jadi nilai plus aja *aga miris -.-‘
Emang si ga semua orang begini, tapi lagi-lagi ini cuma pendapat gw yang udah pernah liat orang kaya gini. Selagi dia berduit, punya ini itu pasti dihormatin. Tapi kalo lagi ga punya apa-apa yaa ga dianggep sama sekali. Apa iyaa bertemen atau bersosialisasi harus dengan orang yang berduit? Apa iyaa nyari pacar yang mau dijadiin pasangan seumur hidup juga mesti yang berduit? Gw yakin yang baca blog gw ini ngejawabnya ga. Gw pun juga gitu. Ga selamanya yang berduit itu bakalan punya duit dan ga selamanya juga yang ga punya duit itu ga punya duit mulu.
Rezeki udah allah yang ngatur ko :). Selagi kita mau berusaha dan berdoa pasti bakalan dapet apa yang kita mau. Ga perlu lah liat orang dari segi financialnya aja, tapi liat dari hati seseorang yang selalu baik tanpa pamrih, mungkin setia bagi orang yang udah punya pasangan, dan mau ngelakuin apapun dengan apa adanya dirinya. Jadi dari situ kita tau, siapa orang yang bener-bener ngelakuin sesuatu pake hati yang ga cuma liat dari sisi latar belakang kita begitu aja. Cakep *sotoy ga sih omongan gw? Hehe :p
Ngomong-ngomong
ngomong-ngomong ni, kalo ngepost diblog jam tanggalnya ko bisa beda yaa. apa settingannya kali yaa? hehe *maklum ndeso. btw, I wanna say thanks for you yeah :* congratulation udah dapet ticketnya :) <3 #ynwa #ggmu tetep :p
Tips Menghemat Uang
hari ini gw mau cerita mengenai hemat menghemat uang. dapet
pembelajaran juga sih dari pengalaman malem minggu yang seharian tadi
ngebolang sana sini bareng my weezerian alias suarez yang timnya ga bgd
itu :p (*piss yaa piss, jus puding ni hehe) kalo uang cash di dompet itu
sama aja memberi peluang lo buat belanja. yaa maklumin yaa perempuan.
gw ngerasa bgd kalo uang gw tuh slepet bais alias cepet abiss. padahal
gw udah ngelist bgd cuma mau beli ini, buat beli itu, trus sisanya buat
ongkos kerja sebulan, tapi know know (tautau) abyis gtu aja ga ada sisa
-.-' weleeeee *tampang melas *melas bgd. bukan masalah si sebenernya,
ini cuma karena gw beli parfume yang actually ga ada di list gw. tp
secara diskon dan keawetan, ini bisa jadi hemat untuk 3 bulan ke depan.
masih hemat yaa masih hemat :D *nyenengin diri. jadi saran gw buat lo
yang slalu ke abisan uang di dompet, yaa dont (jangan) pernah taro uang
cash berlebihan di dompet. ga ada tu alesan buat jaga-jaga atau buat
beli sesuatu yang mungkin ntar nemu dijalan. semua harus di list. boleh
boleh aja, kalo emang uang buat jaga-jaga, tapi jangan berlebihan.
intinya yaa secukupnya aja lah kalo taro uang di dompet. insya allah
kalo udah di list dengan plan yang bener uang kita masih ada. intinya
list yang tadi harus bener-bener direncanain biar kita bisa nabung ,
hehe :) keep hemat!
Friday, May 31, 2013
Al Fatihah Cahaya Kehidupan
Hidup kita ini diawali dengan kesederhanaan dan akan diakhiri dengan kesederhanaan. Sehingga cara terbaik untuk menjalaninya pun dengan kesederhanaan. Manusia seringkali menilai penampilan luar yang jika kita mengikuti penilaian itu akan memboroskan jiwa raga. Tapi Allah melihat ke dalam hati kita, ke kesejatian, ke kesederhanaan.
Hal sederhana yang sangat dekat dengan keseharian kita sebagai muslim adalah Surat Al Fatihah yang kita baca minimal 17 kali sehari dalam sholat. Insya Allah jamaah sekalian telah hafal luar kepala bacaannya beserta artinya.
Tapi dalam kesempatan ini, saya akan mencoba mengupas makna ayat-ayat indah dalam Surat Al Fatihah ini dari sudut pandang saya, sudut pandang yang sehari-hari, yang sederhana.
Hal sederhana yang sangat dekat dengan keseharian kita sebagai muslim adalah Surat Al Fatihah yang kita baca minimal 17 kali sehari dalam sholat. Insya Allah jamaah sekalian telah hafal luar kepala bacaannya beserta artinya.
Tapi dalam kesempatan ini, saya akan mencoba mengupas makna ayat-ayat indah dalam Surat Al Fatihah ini dari sudut pandang saya, sudut pandang yang sehari-hari, yang sederhana.
Tapi sebelumnya saya akan menceritakan sebuah kejadian nyata yang berhubungan dengan Surat Al Fatihah, yang terjadi beberapa bulan yang lalu.
Malam itu jam 20.00 saya dan Mas Andika DJ (CEO Syafaat Marcomm) harus ijin pulang dulu dari sebuah rapat di Kemang Jakarta dan hendak menuju Stasiun Gambir untuk mengejar kereta Taksaka yang berangkat ke Jogja jam 20.45. Melihat kemacetan Jakarta yang berada di puncaknya, jarak tempuh diperkirakan sekitar 2 jam naik mobil atau lebih. Tak mungkin. Akhirnya kami memutuskan naik ojek. Itupun tak mudah karena hanya ada 45 menit tersisa.
Sebelum berangkat saya bilang ke Mas Andika,”Mas tolong baca Al Fatihah 3 kali, Insya Allah dimudahkan jalannya.” Kita naik 2 ojek yang langsung ngebut di sela-sela kemacetan yang mengular. Sekali lagi tak mudah, rapat sekali jalannya. Sambil kuatir karena takut ketinggalan kereta, mulut saya mulai mengucap Al Fatihah, 3 kali. Setelah perjuangan yang berat, sampailah kami di Stasiun Gambir. Saya lihat jam saya dan pucatlah karena waktu menunjukkan jam 21.30. Kami terlambat. Terbayang harus beli tiket lagi dan nyari penginapan.
Kami pun berlari melewati peron dengan tergesa-gesa dan ternyata.. Jadual keretanya mundur. Keretanya sendiri sudah ada disitu, seolah sedang menunggu. Bahkan kami pun masih menunggu di dalam kereta dan jam 21. 50 baru berangkat. Subhanalllah.
Saya colek Mas Andika dan bertanya,”Berapa kali baca Al Fatihah-nya tadi Mas?” Mas Andika menjawab,”Berkali-kali, dari berangkat sampai Gambir.” Saya pun menjawab,”Hah, makanya jadual keretanya mundurnya kelamaan, Sampeyan terlalu banyak bacanya.”
Ya, kalimat terakhir adalah bercanda.
Tapi siapa yang kuasa mengatur jadual kereta Taksaka buat kami berdua kecuali Allah? Kita sebagai manusia bisa apa? Pilihan untuk naik ojek dan bukan mobil adalah ikhtiar, membaca Al Fatihah juga ikhtiar. Saat ikhtiar sudah dimaksimalkan, Allah lah yang akan menyempurnakan.
Malam itu jam 20.00 saya dan Mas Andika DJ (CEO Syafaat Marcomm) harus ijin pulang dulu dari sebuah rapat di Kemang Jakarta dan hendak menuju Stasiun Gambir untuk mengejar kereta Taksaka yang berangkat ke Jogja jam 20.45. Melihat kemacetan Jakarta yang berada di puncaknya, jarak tempuh diperkirakan sekitar 2 jam naik mobil atau lebih. Tak mungkin. Akhirnya kami memutuskan naik ojek. Itupun tak mudah karena hanya ada 45 menit tersisa.
Sebelum berangkat saya bilang ke Mas Andika,”Mas tolong baca Al Fatihah 3 kali, Insya Allah dimudahkan jalannya.” Kita naik 2 ojek yang langsung ngebut di sela-sela kemacetan yang mengular. Sekali lagi tak mudah, rapat sekali jalannya. Sambil kuatir karena takut ketinggalan kereta, mulut saya mulai mengucap Al Fatihah, 3 kali. Setelah perjuangan yang berat, sampailah kami di Stasiun Gambir. Saya lihat jam saya dan pucatlah karena waktu menunjukkan jam 21.30. Kami terlambat. Terbayang harus beli tiket lagi dan nyari penginapan.
Kami pun berlari melewati peron dengan tergesa-gesa dan ternyata.. Jadual keretanya mundur. Keretanya sendiri sudah ada disitu, seolah sedang menunggu. Bahkan kami pun masih menunggu di dalam kereta dan jam 21. 50 baru berangkat. Subhanalllah.
Saya colek Mas Andika dan bertanya,”Berapa kali baca Al Fatihah-nya tadi Mas?” Mas Andika menjawab,”Berkali-kali, dari berangkat sampai Gambir.” Saya pun menjawab,”Hah, makanya jadual keretanya mundurnya kelamaan, Sampeyan terlalu banyak bacanya.”
Ya, kalimat terakhir adalah bercanda.
Tapi siapa yang kuasa mengatur jadual kereta Taksaka buat kami berdua kecuali Allah? Kita sebagai manusia bisa apa? Pilihan untuk naik ojek dan bukan mobil adalah ikhtiar, membaca Al Fatihah juga ikhtiar. Saat ikhtiar sudah dimaksimalkan, Allah lah yang akan menyempurnakan.
Anda mungkin bertanya: apakah ini hanya kejadian yang kebetulan?
Kalau kejadian seperti ini hanya terjadi sekali atau dua kali, kita menyebutnya kebetulan, tidak sengaja. Tapi jika terjadi lebih dari lima kali bahkan sering, maka ini bukan kebetulan. Saya mengalaminya berkali-kali. Saat terjebak macet ke bandara dan terlambat check in, pesawatnya malah delay. Saat macet-macetnya di jalan, antrian mobil di depan saya seolah membelah ke kanan atau ke kiri sehingga tercipta ruang kosong di depan. Ini adalah tanda-tanda yang harus kita pahami sebagai ilmu, sehingga nantinya saat menghadapi persoalan yang sama atau lebih besar, kita paham dan tahu solusinya.
Lalu apa lagi yang bisa kita pelajari dari Al Fatihah?
- Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
- Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
- Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
- Yang menguasai di Hari Pembalasan.
- Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
- Tunjukilah kami jalan yang lurus,
- (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Saya akan coba semampu saya untuk bahas ayat demi ayat ya, meskipun rasanya mungkin tak akan cukup waktu untuk menggalinya satu Jumat ini saja jadi saya akan bahas serba singkat sambil saya berdoa mohon petunjuk-Nya agar Al Fatihah ini bisa diaplikasikan sebagai salah satu solusi bagi kita. Sebagai cahaya kehidupan yang membimbing langkah kita ke depan.
Bismillaahirrohmaanirrohiiim
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Di awal ayat, kita bicara niat. Jika apa saja yang kita lakukan dalam kehidupan diawali niat untuk-Nya, maka segalanya akan berjalan baik sampai di ujungnya. Tapi jika niat bergeser, maka bergeserlah juga ikhtiar kita selanjutnya. Misalnya, saat kita sakit. Kita pengen banget sembuh, maka coba kita perbaiki dulu niat kita. Tidak langsung mencari obat atau dokter tapi kepada Yang Maha Menyembuhkan, ialah Allah. Bukan obat atau dokter yang menyembuhkan sakit kita tapi Allah. Kalau kita tak mengikutsertakan Allah dalam ikhtiar kita, berat jadinya. Sakit jantung diobati, sembuh. Tapi sebentar kemudian pindah ke ginjal. Diobati lagi dengan biaya jutaan, sembuh. Tapi pindah jadi stroke. Karena kita tidak mencari Allah. Allah terus pindahin penyakitnya sampai kita sadar bahwa Allah-lah tempat kita memohon kesembuhan.
Di awal ini, kita juga mengingat Allah yang Ar Rahman Ar Rahim, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah tak pernah menghindar ketika kita meminta pertolongannya, Allah buka pintu pengaduan-Nya 24 jam. Allah bahkan minta kita berdoa, memohon kepada-Nya untuk semua persoalan kehidupan kita. Tapi kita sibuk dengan ikhtiar duniawi, kita sibuk menuhankan logika kita, menuhankan tetangga, menuhankan atasan, menuhankan dokter dan presiden yang bahkan untuk dirinya sendiri, mereka tak bisa memberikan jaminan. Jika kita menuju Allah dengan berjalan, Allah akan berlari menyongsong. Kita berlari, Allah akan melompat. Tapi jika kita menjauh maka Allah juga menjauh. Aku – kata Allah – adalah seperti persangkaan hamba-Ku. Jadilah hidup kita makin gelap dan susah lantaran menjauhkan diri dari solusi yang sejati.
Alhamdulillaahirabbil ’aalamiin
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Berbicara tentang pujian, sangat manusiawi jika kita senang dipuji. Jika kita melakukan kebaikan dan dipuji kita merasa senang, merasa dihargai. Tapi jika tak ada yang memuji, jika kita bikin status di facebook yang menurut kita sangat bagus tapi tidak ada yang comment, kita merasa sedih, kita merasa tak dihargai, kita merasa dicampakkan. Mengapa? Padahal yang berhak atas pujian hanya Allah, hanya Allah. Kita ini nol, kosong, tak punya apa-apa. Lihat adik bayi, tak punya apa-apa. Tak punya pakaian, tak punya follower di twitter, tak punya handphone terbaru.
Orang memuji kita karena tak tahu kelemahan dan aib kita, orang mengejek kita karena tak tahu kelebihan kita. Pujian dan hinaan itu sama saja, hanya beda rasa aja.
Arrahmaanirrahiim
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Sekali lagi Allah mengingatkan bahwa hanya Ia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Mengapa harus diulang? Karena kita manusia ini biasanya ndableg, susah dikasih tahu yang baik-baik. Allah yang menciptakan kita paham betul tentang itu makanya diulang. Coba kita tengok dalam kehidupan kita, saat kita dapat prmasalahan atau musibah itu kan artinya Allah menguji atau mengazab. Tergantung amal kita.
Jika kita menyelesaikan permasalahan itu dengan cara-Nya, di akhir cerita kita akan lebih dekat kepada-Nya. Maka selesailah satu pelajaran. Tapi jika kita menyelesaikan masalah itu di luar jalur-Nya, memakai pertimbangan akal kita sendiri atau bahkan kabur meninggalkan permasalahan itu. Maka permasalahan itu suatu saat nanti akan mendatangi kita lagi. Masalah itu akan berulang. Sampai kita paham, sampai kita lulus. Allah tahu persis hal itu maka Ia mengulang. Agar kita paham, agar kita makin yakin.
Maalikiyawmiddiin
Yang menguasai Hari Pembalasan.
Allah lah penguasa hari pembalasan, hari akhir, hari kiamat. Saat hari itu datang, tak ada yang bisa kita mintai pertolongan kecuali Allah. Semua kekuasaan di dunia ini tak ada lagi, semua akan sirna. Tapi hari ini, saya ingin mengingatkan pada jamaah semua bahwa kiamat itu tidak jauh tapi sungguh-sungguh dekat. Untuk orang yang harus membayar hutang kartu kredit Rp 50.000.000,- pada hari Senin depan dan sekarang hari Jumat belum memegang uang sepeserpun, maka 3 hari ke depan itulah kiamatnya. Untuk orang yang telah divonis dokter waktunya tinggal 2 bulan, maka 2 bulan itulah kiamatnya. Untuk orang yang akan terusir dari rumahnya jika tak bayar cicilan KPR seminggu lagi, maka minggu depan itulah kiamatnya.
Di hari itu, saat tak ada yang bisa dipinjami uang lagi, saat semua dokter sudah angkat tangan tak bisa mengobati, saat tak ada lagi tempat bersandar, ingatlah hanya Allah-lah penguasa hari kiamat. Hanya Allah-lah yang bisa menjadi penolong kita, yang dijelaskan dalam ayat berikutnya:
Iyyaaka na’buduwa-iyyaaka nasta’iin
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Bersandar pada jabatan, pejabat, orang tua, tetangga, suami atau istri itu rapuh. Semua yang masih dalam kategori makhluk ditakdirkan rapuh. Jadi yang paling logis adalah bergantung pada Sang Maha, yang tak mungkin jatuh, tak mungkin diganti dan tidak cerewet. Berbicara tentang ikhtiar, jangan hanya bersandar pada ikhtiar bumi alias mengandalkan logika semata. Capek, berat dan tidak bergaransi. Sineregikan dengan ikhtiar langit, libatkan Allah dengan teknologi super canggihnya yang bernama Kun Fayakun. Dengan cara apa? Dengan cara mengikuti petunjuk-Nya, dengan cara bertaqwa. Apa yang tak mampu kita selesaikan, akan diselesaikan-Nya dengan cara-Nya. Dengan cara yang sungguh-sungguh tak pernah kita sangka. Min haitsu laa yah tasib.
Ihdinaashshiraathal mustaqiim
Tunjukilah kami jalan yang lurus
Saat kita punya masalah, saat kita punya keinginan, berdoalah untuk diberikan jalan yang lebih baik, bukan sekedar yang lebih mudah. Kita berdoa untuk senantiasa bisa istiqomah di jalan yang lurus. Walaupun jalan itu awalnya berat tapi di ujungnya akan berlimpah keberkahan.
Saat ingin mendaftar jadi dosen, jalan lurus akan terasa lebih berat karena saingan lainnya pake jalan yang ‘biasanya’: dekati pengambil keputusan, bawa sekoper duit sebagai pelicin. Saat akan berbisnis, jalan lurus akan terasa lebih berat karena yang lain akan maem amplopan. Saat akan mencari jodoh, jalan lurus akan lebih berat karena banyak dukun diminta oleh para saingan untuk bertindak.
Seperti apa jalan lurus itu?
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Di awal ayat, kita bicara niat. Jika apa saja yang kita lakukan dalam kehidupan diawali niat untuk-Nya, maka segalanya akan berjalan baik sampai di ujungnya. Tapi jika niat bergeser, maka bergeserlah juga ikhtiar kita selanjutnya. Misalnya, saat kita sakit. Kita pengen banget sembuh, maka coba kita perbaiki dulu niat kita. Tidak langsung mencari obat atau dokter tapi kepada Yang Maha Menyembuhkan, ialah Allah. Bukan obat atau dokter yang menyembuhkan sakit kita tapi Allah. Kalau kita tak mengikutsertakan Allah dalam ikhtiar kita, berat jadinya. Sakit jantung diobati, sembuh. Tapi sebentar kemudian pindah ke ginjal. Diobati lagi dengan biaya jutaan, sembuh. Tapi pindah jadi stroke. Karena kita tidak mencari Allah. Allah terus pindahin penyakitnya sampai kita sadar bahwa Allah-lah tempat kita memohon kesembuhan.
Di awal ini, kita juga mengingat Allah yang Ar Rahman Ar Rahim, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah tak pernah menghindar ketika kita meminta pertolongannya, Allah buka pintu pengaduan-Nya 24 jam. Allah bahkan minta kita berdoa, memohon kepada-Nya untuk semua persoalan kehidupan kita. Tapi kita sibuk dengan ikhtiar duniawi, kita sibuk menuhankan logika kita, menuhankan tetangga, menuhankan atasan, menuhankan dokter dan presiden yang bahkan untuk dirinya sendiri, mereka tak bisa memberikan jaminan. Jika kita menuju Allah dengan berjalan, Allah akan berlari menyongsong. Kita berlari, Allah akan melompat. Tapi jika kita menjauh maka Allah juga menjauh. Aku – kata Allah – adalah seperti persangkaan hamba-Ku. Jadilah hidup kita makin gelap dan susah lantaran menjauhkan diri dari solusi yang sejati.
Alhamdulillaahirabbil ’aalamiin
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Berbicara tentang pujian, sangat manusiawi jika kita senang dipuji. Jika kita melakukan kebaikan dan dipuji kita merasa senang, merasa dihargai. Tapi jika tak ada yang memuji, jika kita bikin status di facebook yang menurut kita sangat bagus tapi tidak ada yang comment, kita merasa sedih, kita merasa tak dihargai, kita merasa dicampakkan. Mengapa? Padahal yang berhak atas pujian hanya Allah, hanya Allah. Kita ini nol, kosong, tak punya apa-apa. Lihat adik bayi, tak punya apa-apa. Tak punya pakaian, tak punya follower di twitter, tak punya handphone terbaru.
Orang memuji kita karena tak tahu kelemahan dan aib kita, orang mengejek kita karena tak tahu kelebihan kita. Pujian dan hinaan itu sama saja, hanya beda rasa aja.
Arrahmaanirrahiim
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Sekali lagi Allah mengingatkan bahwa hanya Ia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Mengapa harus diulang? Karena kita manusia ini biasanya ndableg, susah dikasih tahu yang baik-baik. Allah yang menciptakan kita paham betul tentang itu makanya diulang. Coba kita tengok dalam kehidupan kita, saat kita dapat prmasalahan atau musibah itu kan artinya Allah menguji atau mengazab. Tergantung amal kita.
Jika kita menyelesaikan permasalahan itu dengan cara-Nya, di akhir cerita kita akan lebih dekat kepada-Nya. Maka selesailah satu pelajaran. Tapi jika kita menyelesaikan masalah itu di luar jalur-Nya, memakai pertimbangan akal kita sendiri atau bahkan kabur meninggalkan permasalahan itu. Maka permasalahan itu suatu saat nanti akan mendatangi kita lagi. Masalah itu akan berulang. Sampai kita paham, sampai kita lulus. Allah tahu persis hal itu maka Ia mengulang. Agar kita paham, agar kita makin yakin.
Maalikiyawmiddiin
Yang menguasai Hari Pembalasan.
Allah lah penguasa hari pembalasan, hari akhir, hari kiamat. Saat hari itu datang, tak ada yang bisa kita mintai pertolongan kecuali Allah. Semua kekuasaan di dunia ini tak ada lagi, semua akan sirna. Tapi hari ini, saya ingin mengingatkan pada jamaah semua bahwa kiamat itu tidak jauh tapi sungguh-sungguh dekat. Untuk orang yang harus membayar hutang kartu kredit Rp 50.000.000,- pada hari Senin depan dan sekarang hari Jumat belum memegang uang sepeserpun, maka 3 hari ke depan itulah kiamatnya. Untuk orang yang telah divonis dokter waktunya tinggal 2 bulan, maka 2 bulan itulah kiamatnya. Untuk orang yang akan terusir dari rumahnya jika tak bayar cicilan KPR seminggu lagi, maka minggu depan itulah kiamatnya.
Di hari itu, saat tak ada yang bisa dipinjami uang lagi, saat semua dokter sudah angkat tangan tak bisa mengobati, saat tak ada lagi tempat bersandar, ingatlah hanya Allah-lah penguasa hari kiamat. Hanya Allah-lah yang bisa menjadi penolong kita, yang dijelaskan dalam ayat berikutnya:
Iyyaaka na’buduwa-iyyaaka nasta’iin
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Bersandar pada jabatan, pejabat, orang tua, tetangga, suami atau istri itu rapuh. Semua yang masih dalam kategori makhluk ditakdirkan rapuh. Jadi yang paling logis adalah bergantung pada Sang Maha, yang tak mungkin jatuh, tak mungkin diganti dan tidak cerewet. Berbicara tentang ikhtiar, jangan hanya bersandar pada ikhtiar bumi alias mengandalkan logika semata. Capek, berat dan tidak bergaransi. Sineregikan dengan ikhtiar langit, libatkan Allah dengan teknologi super canggihnya yang bernama Kun Fayakun. Dengan cara apa? Dengan cara mengikuti petunjuk-Nya, dengan cara bertaqwa. Apa yang tak mampu kita selesaikan, akan diselesaikan-Nya dengan cara-Nya. Dengan cara yang sungguh-sungguh tak pernah kita sangka. Min haitsu laa yah tasib.
Ihdinaashshiraathal mustaqiim
Tunjukilah kami jalan yang lurus
Saat kita punya masalah, saat kita punya keinginan, berdoalah untuk diberikan jalan yang lebih baik, bukan sekedar yang lebih mudah. Kita berdoa untuk senantiasa bisa istiqomah di jalan yang lurus. Walaupun jalan itu awalnya berat tapi di ujungnya akan berlimpah keberkahan.
Saat ingin mendaftar jadi dosen, jalan lurus akan terasa lebih berat karena saingan lainnya pake jalan yang ‘biasanya’: dekati pengambil keputusan, bawa sekoper duit sebagai pelicin. Saat akan berbisnis, jalan lurus akan terasa lebih berat karena yang lain akan maem amplopan. Saat akan mencari jodoh, jalan lurus akan lebih berat karena banyak dukun diminta oleh para saingan untuk bertindak.
Seperti apa jalan lurus itu?
Yakini sepenuhnya bahwa rejeki, jodoh dan takdir itu Allah yang punya kuasa, bukan para makelar jabatan, makelar proyek atau dukun. Minta sama Allah, rapikan sholatnya, banyakin sedekahnya, khusyukkan doanya. Insya Allah nantinya bukan kita yang akan nyari jabatan, jabatan akan mencari kita. Bukan kita yang kesusahan cari rejeki, rejeki akan mendatangi kita. Bahkan jodoh pun akan antri untuk kita pilih.
Karena kita bersandar pada Allah. Allah-lah magnet atas semua kemudahan itu.
Shiraathalladziina an’amta’alayhim ghayrilmaghdhuubi ’alayhim walaadhdhaalliin
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Allah meminta kita untuk belajar pada apa yang telah terjadi di masa yang telah lewat. Belajar pada orang-orang besar yang telah diberi-Nya nikmat, diberi-Nya petunjuk. Belajar untuk tidak mengulang kesalahan dari orang-orang yang sesat. Dalam sejarah kehidupan manusia dari jaman Nabi Adam sampai turunnya jutaan ulat bulu di sekitar kita, Allah telah meninggalkan jejak-jejak untuk kita pelajari. Untuk memperbaiki kehidupan kita dengan bercermin
Kita biasanya mengakhiri Surat Al Fatihah dengan Aaamiiin yang dibaca panjang. Inilah sebaik-baik penutup doa, agar Allah dengan kuasa-Nya menyempurnakan ikhtiar kita yang dhoif, yang banyak kelemahan, banyak dosa.
Apapun masalah yang ditimpakan Allah dalam kehidupan kita, Allah juga sertakan jawaban dan solusinya. Karena pertanyaan dan jawaban itu seperti dua sisi koin, selalu hadir bersamaan. Semua kembali kepada ikhtiar kita untuk memahaminya dengan berpegang pada kompas kehidupan yang menjadi tuntunan-Nya, salah satunya dengan Ummul Kitab, Surat Al Fatihah.
Karena kita bersandar pada Allah. Allah-lah magnet atas semua kemudahan itu.
Shiraathalladziina an’amta’alayhim ghayrilmaghdhuubi ’alayhim walaadhdhaalliin
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Allah meminta kita untuk belajar pada apa yang telah terjadi di masa yang telah lewat. Belajar pada orang-orang besar yang telah diberi-Nya nikmat, diberi-Nya petunjuk. Belajar untuk tidak mengulang kesalahan dari orang-orang yang sesat. Dalam sejarah kehidupan manusia dari jaman Nabi Adam sampai turunnya jutaan ulat bulu di sekitar kita, Allah telah meninggalkan jejak-jejak untuk kita pelajari. Untuk memperbaiki kehidupan kita dengan bercermin
Kita biasanya mengakhiri Surat Al Fatihah dengan Aaamiiin yang dibaca panjang. Inilah sebaik-baik penutup doa, agar Allah dengan kuasa-Nya menyempurnakan ikhtiar kita yang dhoif, yang banyak kelemahan, banyak dosa.
Apapun masalah yang ditimpakan Allah dalam kehidupan kita, Allah juga sertakan jawaban dan solusinya. Karena pertanyaan dan jawaban itu seperti dua sisi koin, selalu hadir bersamaan. Semua kembali kepada ikhtiar kita untuk memahaminya dengan berpegang pada kompas kehidupan yang menjadi tuntunan-Nya, salah satunya dengan Ummul Kitab, Surat Al Fatihah.
Saat jalanan macet, saat rejeki macet, saat kemacetan melanda kehidupan kita, ingatlah untuk mengamalkan Al Fatihah dengan sungguh-sungguh: baca Suratnya, pahami maknanya, laksanakan isinya. Inilah cara termudah untuk dekat ama Allah. Mendekati Allah itu murah harganya. Bahkan tak berbiaya.
Kalau kita udah dekat, Insya Allah tak ada kesulitan yang tak dimudahkan-Nya.
Allah-lah satu-satunya tempat kita bersandar, memohon bimbingan, petunjuk dan menghadirkan cahaya yang menuntun dalam kegelapan hidup kita.
articel from :
Subscribe to:
Posts (Atom)











.jpg)










